Tuesday, August 31, 2010

Kisah Si Pohon Muda

Memecah kulit, benihnya

Kala ia bercanda dengan air dan cahaya

Lalu muncul radikula dan plumulanya

Ia mengecambah sempurna


Dengan cadangan makanan di endosperma

Si kecambah berkembang menjadi pohon kecil

Ia sumringah dengan hadirnya daun pertama

Dan akar tunggang yang mungil


Si pohon kecil sangat mandiri

Daunnya cekatan menangkap cahaya matahari

Kemudian dibuat adonan fotosintat untuk makannya sendiri

Akarnya lincah menyerap hara dari tanah tempat ia berdiri


Ia tidak sadar

Bahwa ia hidup di pinggir sungai di tepi jurang

Si pohon kecil lalu menjelma muda

Berdaun rindang, beranting banyak

Berakar kekar, berbatang tegak


Si pohon muda mulai berbunga

Berbunga, berbunga dan berbunga

Lantas bunga-bunganya menjadi bakal buah

Setelah para benang sari terjerat cinta putik yang indah


Si pohon muda sebentar lagi akan berbuah


Ia tidak sadar

Bahwa ia hidup di pinggir sungai di tepi jurang


Belum sempat buah pertamanya muncul

Musibah lebih dulu menyusul


Erosi

Arus deras dengan ganas melahap tanah di bawahnya

Retak, lalu rubuh


Ia terjungkal ke dalam jurang

Terhempas di permukaan

Batangnya patah, pecah

Daun-daunnya gugur muda

Ranting-ranting berserakan

Ia diseret paksa oleh arus yang lapar

Sungai yang berlumpur


Aku sadar

Saat arus itu menyeretku dengan kasar

63 comments:

  1. Membaca posting ini kenapa terasa sedih yach?
    Sebenarnya berharap ending yang baik namun berakhir menyedihkan. Andai sang pohon dapat bertahan diatara kerasnya alam

    ReplyDelete
  2. sedikit belajar biolodi dari puisi ini, hehehehe

    bagus kawan.. :)

    ReplyDelete
  3. eh, biologi maksudnya.... hihihi

    ReplyDelete
  4. ada lanjutan ke kisah pohon tuanya engga?

    ReplyDelete
  5. adonan fotosintat tuh kaya apa yah? o_O

    ReplyDelete
  6. sebelum tersadar, cari ranting di sebelahmu donk, yang paling deket, pegengan dan mulai beranjak, jadilah pohon muda yang tegar dan akan selalu berdiri tegak, melawan arus itu, hehe.. sedikit sulit tapi keren :D

    ReplyDelete
  7. terharu...
    ini kan hal yang kita gak pernah sadar itu terjadi.
    kok jadi kasihan yaa...

    ReplyDelete
  8. om beli kecambahnya sekili...wkwkwkw<<emo ngakak....

    ReplyDelete
  9. ihh...keren...campuran ama biologi en sastra heheheh

    ReplyDelete
  10. gw agak lemot klo harus cri-cri makna yg tersirat dri puisi, tpi btw puisinya top abiz daa

    ReplyDelete
  11. Miris ni baca puisinya..pa kabar sob?

    ReplyDelete
  12. Miris ni baca puisinya..pa kabar sob?

    ReplyDelete
  13. wah wah wah saya nyerah deh kalo berhubungan ama puisi, saya bisanya cuman artikel mas hehehee :D salam kenal yah :)

    ReplyDelete
  14. Keren (saya gak tahu mau komen apa)

    ReplyDelete
  15. Ivan aja yang jago puisi speechless apalagi saya, pokoknya tetap kuat ya sobat, dan mohon maaf lahir dan bathin

    ReplyDelete
  16. sajak yang indah tentang pohon, atapi sejak kapan pohon kelapa punya dahan ya ? ^%@$#&^$(^
    hehe ...maaf lahir batin

    ReplyDelete
  17. mewakili nasib bangsa kita
    keren banget puisinya rul^^

    ReplyDelete
  18. rul kemana rul enggak pernah keliatan lagi :D mudik yaaa ?

    ReplyDelete
  19. hmm mengingatkan pada penjarah hutan berdasi!

    ReplyDelete
  20. sayang sekali, aku gak bisa bikin puisi

    ReplyDelete
  21. buset ngilang kemana ini anak, dah lumutan tuh postingannyam ganti yang baruuuuuuuuuuuuuu

    ReplyDelete
  22. HEBAT,, puisi apa pelajaran biologi neh ahhaahah keren,, puisi yg cerdas, walo endingnya menyebalkan hiksssss *brb ambil tisu* T.T

    ReplyDelete
  23. puisi nya itu Fakta yang terjadi dinegara kita ya ?!
    Tepat nya di kota-kota besar terlebih lagi ibukota. Tak ada lagi yang peduli dengan keadaan bunga-bunga indah selain bunga yang berada di taman.
    Bunga bunga diluar taman hanya lah sesuatu yang dihiraukan sehingga terkadang diinjak-injak =(

    ReplyDelete
  24. Walau terlambat datang, kayaknya masih boleh kan tuk berkomentar, Puisi yang cool abis!!! smoga tak ada yang bernasib sama dengan pohon itu.... Keep smile!!! ^_^

    ReplyDelete
  25. Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang bisnis di blogku : http://www.yohanwibisono.com, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx

    ReplyDelete
  26. ditunggu artikel terbaru nya ya...
    eN sorry baru sempat BW, kesibukan masalah kuliah =)

    ReplyDelete
  27. Nice Article, inspiring. Aku juga suka nulis artikel bidang bisnis di blogku : http://www.TahitianNoniAsia.net, silahkan kunjungi, mudah-mudahan bermanfaat. thx

    ReplyDelete
  28. Hi penyair, maap yah gw baru main2 kesini lagi. Semenjak pulang mudik tanggal 28 Sept kena penyakit males ngeblog, jadi we ampir 3 minggu ga posting & jalan2 ke rumah tetangga :-(

    Btw seperti biasa, puisinya bagus banget. Kapan atuh puisi2nya dibuat buku?

    ReplyDelete
  29. mbak fanny : wkwkwkwwkk.... ntar dulu mbaakk...

    ReplyDelete
  30. pinternya buat kata-kata indah seperti ini kamu rul...coba aku disuruh buat syair seperti ini satu bulan belum tentu beres

    ReplyDelete
  31. kehidupan pohon bisa dijadikan puisi juga yahh... hebaat deh.. saya mana bisa kayak gitu

    ReplyDelete
  32. Membacanya jadi sedih... kenapa nasibnya tragis begitu ya..?

    Seneng bisa mampir lagi kesini.... ^_^

    ReplyDelete
  33. Andai si pohon muda itu sadar dimana tempatnya tumbuh, dia tak punya kuasa untuk berpindah tempat bukan...?

    BTW, lama gak update blog ya...?

    ReplyDelete
  34. Hmmmh, kemana aja nih..? Jarang update ga ada kabaur???

    ReplyDelete
  35. kenapa gak nulis lagi.. aku udah lupa sama puisi ini, puisi yang indah, apa kabar mas .. jarang ketemu, jarang chat, jarang BEWE juga :(

    ReplyDelete
  36. remind me of Mentawai tsunami :(
    tapi ini puisi terkeren yang pernah aku baca :D

    ReplyDelete
  37. @uli: waow waow... ty yul,,, jd malu aku, hahaha...

    ReplyDelete
  38. jiaah..belum update juga..ck ck ..

    ReplyDelete
  39. tersadar..saat erosi dan musibah datang menerpa...

    ReplyDelete
  40. membaca tulisan ini kok ironis sekali ya.
    benih yg tumbuh subur, akhirnya toh tercerabut juga krn ulah tangan manusia....
    salam

    ReplyDelete
  41. padahal pohon itu untuk mencegah erosi.
    tetapi kekuatan manusia makin menambah kekuatan erosi, sehingga si pohon muda tak kuat menahannya.
    begitulah ulah manusia.
    mari jaga lingkungan.
    selamatkan pohon-pohon muda lainnya.

    ReplyDelete
  42. KASIAN PU'UN NYAAAAAAAAAAAAA :(( :(( :((

    life is too short :'(

    ReplyDelete
  43. aku berharap pohon2 muda lain dapat tumbuh sempurna

    ReplyDelete
  44. hey
    hey
    ditunggu yaaaaaa puisi barunya
    btw yulia gak bosan2 baca puisi yang ini :D

    ReplyDelete
  45. walah kok yo sampai begitu yah?
    musti tegar rek, tapi puisinya uawapikkkk

    ReplyDelete
  46. yuli: wuahahaa,, gmn gk bosan2,,, orang yg didapetin cuma itu aja,, haha...

    ReplyDelete
  47. apa gerangan yang membuat si pohon bertahan hidup ditepi jurang meski bahaya mengancam???

    ReplyDelete
  48. salam kenal gan, kunjungan balik ditunggu di sini http://ramlannarie.wordpress.com/ dan http://ramlannarie.blogspot.com/

    ReplyDelete
  49. waaaaw manteep..kasian juga sih pohonnya..harusnya dia transmigrasi kemana kek gitu..biar gak kena erosi hehe

    ReplyDelete
  50. alo salam kenal :)
    keren puisinya LD
    btw tukeran link yuk :D
    ditunggu kabar baiknya ya :)

    ReplyDelete
  51. ini update dari zaman apa yachhh...??
    sesama lama g update dilarang saling mengejek..
    huuuuuu.... :P

    hahaaaaa....

    pa kabar maz..???

    ReplyDelete
  52. EBAT,, puisi apa pelajaran biologi neh ahhaahah keren,, puisi yg cerdas, walo endingnya menyebalkan hiksssss *brb ambil tisu* T.T

    ReplyDelete