Saturday, January 18, 2014

Banjir dan Efek Rumah Kaca

Proses terjadinya "Efek Rumah Kaca"

Bencana banjir yang terjadi di beberapa daerah di belahan Indonesia bukanlah hal sederhana yang terjadi begitu saja. Akan tetapi telah melalui kronologis yang panjang. Bencana banjir merupakan salah satu produk dari Global Warming atau yang lebih dikenal sebagai Efek Rumah Kaca (ERK). Atau sebaliknya, ERK merupakan salah satu penyebab terjadinya bencana banjir, terutama di Indonesia.

Efek Rumah Kaca disebabkan oleh peningkatan kadar gas carbon dioksida (CO2) di atmosfer, yang mengakibatkan menipisnya lapisan atmosfer sehingga sinar ultra violet dari matahari yang dapat tembus ke permukaan bumi semakin meningkat. Akibatnya suhu permukaan bumi semakin meningkat pula.

Peningkatan konsentrasi gas CO2 sendiri disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya adalah penebangan hutan secara liar (illegal logging), kebakaran/pembakaran hutan, emisi industri, emisi kendaraan bermotor, asap rokok, pembangunan yang mengesampingkan Lahan Terbuka Hijau, dan lain-lain, di mana semua hal itu merupakan aktifitas-aktifitas yang dilakukan oleh manusia sehari-hari.

Berkurangnya hutan akibat illegal logging maupun kebakaran dapat mengganggu stabilitas iklim di daerah bersangkutan. Kemampuan hutan untuk menetralisir gas CO2 menjadi berkurang sehingga ERK terjadi.

Apabila ERK tidak dapat diatasi, maka akibatnya bisa sangat fatal, yaitu akan terjadi perubahan iklim global yang dapat menyebabkan lapisan es di kutub mencair dan permukaan air laut akan naik. Gelombang panas akan mengacaukan iklim dan menimbulkan badai dahsyat di berbagai kota di belahan dunia.

Di Indonesia, kekacauan iklim yang diakibatkan oleh ERK dapat menimbulkan kerancuan musim panas dan musim hujan. Pada satu tahun bisa terjadi musim panas lebih panjang dari musim hujan, atau sebaliknya musim hujan justru lebih panjang dari musim hujan. Debit air pada musim hujan yang sangat banyak sehingga melebihi daya ikat pori tanah menyebabkan meluapnya air ke perumahan warga atau banjir juga akibat dari kekacauan iklim yang terjadi di wilayah Indonesia akibat ERK.

______
Artikel yang sangat dangkal: CMIIW :) Mari belajar dan memerhatikan lingkungan bersama.

11 comments:

  1. Dunia semakin rapuh
    Dan itu karena kita
    Saat banjir tiba, kadang kita menyalahkan Tuhan
    Padahal jelas kita-kita juga penyebabnya

    Makasih sob penjelasannya :)

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. yuk kita budayakan bersepeda kemanapun. paling engga bs mengurangi polusi, energi dan ramah lingkungan. saya setuju jg kalo yg buang sampah sembarangan dikasih denda mahal aja biar benar2 disiplin. oya program satu kepala menanam satu pohon di depan rumah juga menarik utk dilakukan bukan...

    ReplyDelete
  4. Nambah ilmu lagi nih di blog sahabat :)

    ReplyDelete
  5. apa bedanya illegal logging sama illegal motive, pom? #ealaahh

    ReplyDelete
  6. Tangan mencencang bahu memikul kalau kita tidak ramah dengan alam suautu saat alam akan marah dengan kita

    ReplyDelete
  7. ini himbauan utk manusia, bahwasanya jika ingin menjadi sahabat alam, maka hargailah alam.

    ReplyDelete
  8. Dulu pas SMA pernah ada pelajaran ttg ERK gini. Artikel ini bikin ngrefresh ingatan lagi nih :). Gencarkan perlingungan bumi \m/

    ReplyDelete
  9. sayangnya sekarang pelajaran plh udah di hapus di smp

    ReplyDelete